oleh

Lewat Undercover Buy, Polisi Tangkap 2 Pria Penyalahguna  Narkotika di Sibolga

PasioNews.com, Sibolga –  2 pria inisial HLT alias J (33) dan RSS alias R (37), ditangkap Sat Narkoba Polres Sibolga, atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu,  dari dua lokasi yang berbeda, Senin (10/08/2020).

Penangkapan berawal setelah Polisi menerima informasi, bahwa ada masyarakat yang sering mengantar Narkotika, selanjutnya Kasat Narkoba AKP Sugiono, memerintahkan KBO Narkoba Ipda E. Marbun, untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman akhirnya berhasil mengamankan tersangka.

Kapolres Sibolga AKBP Triyadi, melalui Kasubbag Humas Iptu R. Sormin menjelaskan, bahwa penangkapan terhadap tersangka, dilakukan secara Undercover Buy (petugas yang menyamar).

“Selanjutnya dilakukan teknik undercover buy, dan sekitar pukul 19.00 WIB, diamankan tersangka HLT  dari sebuah kamar  penginapan di Jalan Ahmad Yani Sibolga, kemudian dilakukan pengembangan sehingga pukul  19.10 WIB diamankan tersangka RSS pada sebuah gang didekat penginapan, dan selanjutnya kedua tersangka diamankan dan diboyong ke Polres Sibolga, setelah urine kedua tersangka  dites, positif mengandung Amopetamine” jelas Sormin.

Menurut catatan kepolisian, tersangka HLT yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Kota Sibolga dan Desa Pananggahan, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, belum pernah dihukum dan belum berumah tangga, sedangkan tersangka  RSS warga Jalan Malaka, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga, pernah dihukum pada tahun 2014 dalam kasus Narkotika, dihukum selama 1 tahun di Lapas Tukka dan telah berumahtangga memiliki  3 orang anak.

Dari penangkapan kedua tersangka, petugas menyita barang bukti  1 bungkus sabu sabu terbungkus plastik bening dengan berat  0,5 gram, 2 unit handphone, dan 1 unit Sepeda Motor Beat warna merah nopol BB 4695 NL.

Barang bukti yang disita petugas

“Kedua tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga diduga telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika, sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) Subs pasal 112 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) Undang undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun” pungkas Sormin mengakhiri.