oleh

2 Pelaku Pembobol Kios Dibekuk Polisi

PasioNews.com, Sibolga – Dua pelaku pembobol kios pakaian dijalan SM. Raja, dibekuk Unit Reskrim Polsek Sibolga Sambas, sedangkan 1 pelaku lainnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penangkapan dilakukan setelah pemilik kios bernama M. Idrus Piliang (33) warga jalan SM. Raja Kelurahan Aek Parombunan, Kota Sibolga datang melapor ke Polsek Sibolga Sambas, dimana Ia mengaku kehilangan barang dagangannya, sehingga dirugikan sebesar Rp. 5.000.000.

Kapolres Sibolga AKBP Triyadi, melalui Kasubbag Humas Iptu R. Sormin menjelaskan, kedua pelaku ditangkap pada Kamis (06/08/2020) sekira pukul 15.00 WIB dilokasi yang berbeda, sedangkan 1 pelaku lainnya DPO.

“Kedua pelaku laki laki, inisial BL alias A (24) BHL, diamankan dijalan Sibolga Baru, dan setelah dilakukan pengembangan kemudian petugas mengamankan DSL (16) Pelajar, di jalan Kuda Laut arah gunung Sibolga, sementara 1 orang lagi DPO identitasnya telah dikantongi” terang Sormin.

Kepada petugas, tersangka mengaku melakukan aksinya dengan cara merusak gembok kios menggunakan potongan besi, dan mengambil celana sebanyak 40 pieces (pcs), Minggu (12/07/2020) yang lalu sekira pukul 04.00 WIB.

“Celana yg diambil tersangka sebagian dijual pada (identitas telah dikantongi) dengan harga Rp 230.000 dan sebagian lagi disimpan tersangka dirumahnya untuk dipakai, dan uang hasil penjualan celana telah habis digunakan untuk main warnet, makan dan jajan” beber Sormin.

Kedua pelaku yang merupakan warga Kelurahan Pancuran Kerambil, Kota Sibolga, belum pernah tersandung hukum serta belum berumahtangga.

Sebagai barang bukti turut diamankan 10 pcs celana, dan 1 unit kendaraan Sepeda Motor tanpa plat.

Selanjutnya tersangka BL alias A ditahan di RTP Polsek Sibolga Sambas karena diduga telah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) ke 3e,4e dan 5e Subs 362 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun.

“Sedangkan tersangka DSL masih dibawah umur tidak ditahan serta dijamini oleh pihak keluarga dan akan dilakukan upaya Diversi (penyelesaian hukum diluar Peradilan)” tutup Sormin.