oleh

Wujud Kepedulian Polri, Polres Tapteng Berikan Bantuan Beras ke Masyarakat Dampak Pandemi Covid-19

PasioNews.com, Tapanuli Tengah – Kepolisian Resor Tapanuli Tengah, memberikan Bantuan Sosial berupa beras kepada masyarakat kurang mampu, yang terdampak pandemi Covid-19.

Penyerahan bantuan itu, dibagikan melalui personil Polsek Jajaran Polres Tapteng, yang dilaksanakan selama 2 hari dimulai pada Kamis, 6 Agustus 2020 sampai dengan Jumat, 7 Agustus 2020, pukul 10.00 WIB.

Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto, melalui Paur Subbag Humas Ipda JS. Sinurat menjelaskan, bantuan beras tersebut murni bantuan dari Polri, yang diberikan kepada masyarakat tergolong kurang mampu, yang sama sekali belum pernah mendapat bantuan, dampak pandemi Covid-19.

“Adapun pembagian paket sembako berupa beras, adalah murni bantuan dari Polri, yang dibagikan kepada tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat yang belum pernah mendapat bantuan sama sekali diwilayah hukum Polres Tapteng, kemudian paket sembako berupa beras tersebut adalah tahap yang ke – 2, disalurkan sebanyak 790 Kg, sedangkan tahap pertama sebelumnya sudah disalurkan” jelas Sinurat.

Bantuan sosial yang dilaksanakan oleh Personil Polsek jajaran Polres Tapteng, dibagikan dibeberapa Desa di Kecamatan wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, yakni Kecamatan Sorkam Barat, Kecamatan Manduamas, Kecamatan Sirandorung, Kecamatan Pandan, Kecamatan Tukka, Kecamatan Sitahuis, Kecamatan Sibabangun, dan Kecamatan Kolang.

“Pertama sekali, Bhabinkamtibmas Polsek melakukan pendataan kepada masyarakat kurang mampu, yang belum pernah mendapat bantuan sama sekali, sehingga saat membagikan paket sembako tersebut, tidak ada yang dua kali menerima bantuan” ujarnya.

Selanjutnya Polres Tapteng berharap dengan adanya pembagian paket sembako berupa beras dari Polri, dapat membantu meringankan ekonomi masyarakat kurang mampu.

“Dengan adanya pembagian paket sembako berupa beras dari Polri tersebut, diharapkan dapat membantu keringanan kepada tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19 yang belum pernah mendapat bantuan sama sekali” pungkas Sinurat mengakhiri.